top of page

Model Ekonomi Perkotaan-Perdesaan (Rural-Urban Economic Model)

16 jam yang lalu
3 menit membaca

Model ekonomi rural-urban (desa-kota) adalah kerangka teoritis yang digunakan untuk memahami interaksi ekonomi antara wilayah pedesaan dan perkotaan. Model ini menjelaskan bagaimana kedua wilayah saling mempengaruhi dalam hal aliran sumber daya, tenaga kerja, barang, dan jasa. Konsep ini penting untuk merancang kebijakan pembangunan yang berkelanjutan, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan mempromosikan pertumbuhan yang inklusif.


Model ekonomi perkotaan-perdesaan mempelajari hubungan ekonomi antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Sebelumnya, wilayah perkotaan dan perdesaan dianggap sebagai entitas yang terpisah, Diferensiasi ekonomi antara perekonomian dan perkotaan tetapi dengan perkembangan transportasi dan teknologi informasi, interaksi antara keduanya semakin erat. Konsep rural-urban continuum berkembang untuk mencerminkan bahwa tidak ada garis batas yang jelas antara keduanya, melainkan hubungan yang dinamis dan saling mempengaruhi.


Konsep Utama dalam Model Ekonomi Perkotaan-Perdesaan meliputi beberapa hal, yakni Functional Economic Areas (FEA), Rural-Urban Continuum, dan Urban-Rural Catchment Areas (URCA). FEA merupakan pendekatan yang digunakan untuk mendefinisikan kawasan ekonomi berdasarkan pola interaksi seperti mobilitas tenaga kerja, perdagangan, dan akses terhadap layanan publik. Kawasan ini sering disebut sebagai metropolitan areas di negara maju dan didefinisikan berdasarkan pola perjalanan harian masyarakat dari perdesaan ke kota. Rural Urban Continuum merupakan suatu konsep yang menolak dikotomi mutlak antara perdesaan dan perkotaan, melainkan mengusulkan spektrum yang mencerminkan derajat keterkaitan ekonomi dan sosial antara wilayah. Model ini lebih kompleks karena mempertimbangkan aspek seperti akses transportasi, perbedaan tingkat pembangunan infrastruktur, serta dinamika pasar tenaga kerja. URCA merupakan suatu konsep yang menekankan bagaimana kota besar maupun kecil menciptakan area tangkapan ekonomi yang luas, menarik tenaga kerja dari wilayah perdesaan serta menyediakan pasar untuk produk-produk pertanian. Dalam pengelolaan wilayah, konsep ini membantu dalam merancang kebijakan yang lebih efektif untuk menghubungkan pembangunan perkotaan dan perdesaan.


Gambar 1. Model Konsep Ekonomi Perkotaan-Perdesaan

Sumber: Diolah Penulis (2026)


Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Model Rural-Urban antara lain adalah Infrastruktur dan Transportasi yang dimana Ketersediaan infrastruktur transportasi memengaruhi biaya logistik dan aksesibilitas, yang pada gilirannya menentukan daya saing ekonomi suatu wilayah.Ā  Kemudian faktor Kebijakan Publik atau Kebijakan pemerintah, seperti insentif pajak dan pembangunan fasilitas publik, dapat menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja, baik di kota maupun desa. Faktor lain adalah Migrasi Tenaga Kerja dimana migrasi dari desa ke kota dipengaruhi oleh perbedaan upah dan kesempatan kerja. Namun, urbanisasi yang tidak terkendali dapat menyebabkan pengangguran dan kemiskinan di perkotaan.Ā Ā 


Dampak ekonomi dari Hubungan Perkotaan-Perdesaan meliputi Peluang Ekonomi dimana kota bertindak sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang dapat menciptakan spread effects, di mana perkembangan kota meningkatkan permintaan tenaga kerja dan produk dari wilayah perdesaan. Namun, ada pula backwash effects, di mana sumber daya manusia dan modal dari desa berpindah ke kota, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi di daerah perdesaan​. Kemudian Distribusi Kesejahteraan dan Tantangan Sosial dimana kemiskinan cenderung lebih tinggi di daerah perdesaan dibandingkan perkotaan. Dekatnya suatu desa ke kota besar meningkatkan kemungkinan warga desa memiliki pekerjaan non-pertanian yang lebih menguntungkan​. Namun, jika tidak diimbangi dengan kebijakan pembangunan perdesaan, ketimpangan sosial dapat meningkat. Dampak lain adalah akses terhadap layanan dasar terutama terhadap penduduk perdesaan yang sering mengalami keterbatasan dalam akses ke layanan kesehatan dan pendidikan dibandingkan dengan mereka yang tinggal di perkotaan yang dimana peningkatan transportasi dan infrastruktur dapat mengurangi kesenjangan ini.Ā 


Implikasi kebijakan dan pengembangan wilayah terutama terkait perekonomian rural-urban dapat dilihat dari beberapa hal sepertiĀ  pentingnya perencanaan regional agar terjadi keseimbangan pembangunan, perencanaan berbasis FEA dan URCA dapat membantu dalam menentukan wilayah mana yang membutuhkan investasi lebih besar dalam infrastruktur dan layanan publik, kemudian mendorong Pertumbuhan Kota Menengah dan Kecil, dimanaĀ  kota kecil dan menengah sering kali memiliki peran lebih besar dalam mengurangi kemiskinan di perdesaan dibandingkan dengan kota besar. Oleh karena itu, investasi dalam pengembangan kota-kota menengah dapat menjadi strategi efektif dalam pembangunan ekonomi wilayah serta penguatan konektivitas dan infrastruktur seperti Jalan, transportasi umum, dan digitalisasi dapat meningkatkan hubungan antara desa dan kota, memungkinkan tenaga kerja perdesaan untuk bekerja di kota tanpa harus bermigrasi.


Model ekonomi perkotaan-perdesaan menekankan pentingnya hubungan yang dinamis antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Dengan memahami konsep seperti FEA, rural-urban continuum, dan URCA, kebijakan dapat dirancang dengan strategi pembangunan yang lebih kompleks. Model ekonomi rural-urban dalam buku Mary E. Edwards memberikan kerangka teoritis yang komprehensif untuk memahami dinamika pembangunan antara desa dan kota. Dengan kebijakan yang tepat, interaksi antara kedua wilayah dapat menciptakan sinergi yang menguntungkan, mengurangi kesenjangan, dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.




Korespondensi Penulis:

Reinhard Jordan Sianipar (reinhardjordansianipar@gmail.com)


Daftar Literatur


  1. Cattaneo, A., Adukia, A., Brown, D. L., Christiaensen, L., Evans, D. K., Haakenstad, A., McMenomy, T., Partridge, M., Vaz, S., & Weiss, D. J. (2022). Economic and social development along the urban–rural continuum: new opportunities to inform policy. In World Development (Vol. 157). Elsevier Ltd. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2022.105941

  2. Edwards, Mary E - Regional and Urban Economics and Economic Development _ Theory and Methods-CRC Press (2007).






Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


© 2025 by Pusat Studi Infrastruktur Indonesia

bottom of page