Cari
  • PSII Indonesia

Kota Pintar Membutuhkan Sistem Manajemen Lalu Lintas yang Lebih Cerdas

Diperbarui: Mei 27

Kota dan kemacetan lalu lintas semakin tak terpisahkan. Kemacetan lalu lintas yang kerap melanda perkotaan, terutama pada kawasan pusat bisnis dan perekonomian, menjadi permasalahan klasik yang masih sulit untuk dipecahkan. Perkembangan industri otomotif dan tingginya permintaan kendaraan pribadi semakin menambah peliknya masalah kemacetan diperkotaan. Solusi yang ditawarkan dalam seperti meningkatkan kapasitas jalan mungkin berdampak positif dalam jangka pendek, namun dapat berujung pada kemacetan jangka panjang.


Meningkatnya jumlah migrasi ke kota-kota besar berimplikasi pada masalah kemacetan lalu lintas perkotaan. Sistem lalu lintas yang digunakan oleh sebagian besar kota dan daerah pinggiran kota telah dikembangkan hampir 100 tahun yang lalu, sehingga tidak mampu untuk mengakomodasi kompleksitas masalah kemacetan lalu lintas yang ada saat ini. Data survey lalu lintas INRIX 2017 melaporkan bahwa kemacetan lalu lintas telah merugikan Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman dengan total jumlah gabungan mencapai $461 miliar pada tahun 2017. Kerugian diperkirakan meningkat apabila sistem manajemen lalu lintas saat ini tidak dioptimalkan dengan baik.


INRIX telah memesan sebuah sistem yang berfungsi untuk mengelola kemacetan lalu lintas dari Amazon Prime. Sistem dijalankan menggunakan ponsel dan membawa sistem manajemen lalu lintas berbasis kecerdasan buatan yang lebih maju. Sistem ini diprediksikan mampu mengurangi kemacetan, menghemat biaya, dan memungkinkan kota untuk pertama kalinya menerapkan kebijakan lalu lintas yang beroperasi secara mandiri untuk memaksimalkan arus lalu lintas. Sistem manajemen lalu lintas ini tidak terbatas oleh rencana waktu dan keseimbangan sistem, sehingga dapat merespon lalu lintas yang dinamis saat ini secara lebih nyata.


Sistem automasi lampu lalu lintas dapat merespon kondisi yang terjadi di badan jalan. Kita tidak perlu lagi menunggu di lampu merah jika tidak ada lalu lintas yang datang dari arah lain. Informasi digital memungkinkan lampu lalu lintas untuk saling berkomunikasi menciptakan aliran lalu lintas tanpa batas yang responsif terhadap kendaraan. Selain itu, jaringan lalu lintas digital akan mendeteksi kejadian kecelakaan secara cepat dan memberi tahu responden yang pertama kali mengetahui kecelakaan tersebut sehingga petugas keamaan dan petugas rumah sakit dapat segera mendatangi lokasi kejadian. Fitur-fitur yang telah ditingkatkan memberikan lapisan keselamatan dan keamanan tambahan untuk infrastruktur kota.


Fitur berbasis Artificial Intelligence (AI) juga dapat menciptakan lingkungan yang aman dengan memperioritaskan pada sebuah perencanaan. Hal tersebut memungkinkan pemerintah kota untuk pertama kalinya dengan mudah dalam menentukan kebijakan lalu lintas. Melalui Virtual Management Center (VMC) pada bagian dasboard yang berwarna redup menunjukkan bahwa suatu kota dapat mengelola jaringan lalu lintas digital mereka, sehingga pemerintah kota dapat menetapkan kebijakan seperti prioritas sinyal transit, alarm kendaraan darurat, dan prioritas pejalan kaki/pesepeda.


Data informasi mengenai apa yang terjadi di jalan raya juga sangat penting untuk diketahui sehingga pemerintah kota memiliki informasi tentang masalah pemeliharaan, catatan sinyal pengoperasian kendaraan, dan status informasi terhadap waktu yang terjadi, sehingga pemerintah kota dapat memiliki gambaran penuh tentang pola lalu lintas kota. Keuntungan dari sistem manajemen lalu lintas otomatis ini sangat baik untuk digunakan karena dapat memberikan penghematan biaya di setiap kota serta menimbulkan arus lalu lintas yang efisien. Namun demikian, langkah-langkah keamanan yang ditingkatkan dengan sistem berbasis AI adalah sebuah keuntungan yang masih jarang diketahui secara pubik dan hal ini yang menjadi perbedaan besar bagi kota-kota di seluruh dunia. Bahkan, hanya dalam beberapa tahun, kota-kota di seluruh dunia akan memiliki sistem lalu lintas secara digital. Sistem ini merupakan sebuah sistem yang memberdayakan kota sebagai sebuah pengemudi dan pemerintah kota yang akan menjadi sebuah sistem yang dapat diterapkan di kehidupan nyata untuk mengamati kondisi jalan lalu lintas setiap hari.


Disadur dari Tal Kreisler dalam American City and County pada 5 Mei 2020


#transportasi #lalulintas #artificialintelligence #VMC

2 tampilan

Hubungi Kami

Pusat Studi Infrastruktur Indonesia

Jalan Danau Jempang Blok B3 No. 81

Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat

  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black Instagram Icon

© 2020 by Pusat Studi Infrastruktur Indonesia