Cari
  • PSII Indonesia

Kolaborasi Besar Dukung Megaproyek Bendungan Diamer-Bhasha

Diperbarui: Mei 22

Pembangunan infrastruktur diyakini akan memberikan banyak manfaat. Pembangunan bendungan awalnya dilakukan untuk menunjang irigasi dan penyediaan air di kawasan perkotaan. Seiring perkembangannya, pembangunan bendungan juga dipercaya mampu meningkatkan navigasi, menghasilkan tenaga hidroelektrik, mencegah terjadinya banjir, menjadi filter bagi limbah pabrik, hingga menjadi tempat rekreasi. Berbagai fungsi yang dijalankan bendungan telah menjadi daya tarik. Hingga kini pembangunannya semakin diminati berbagai negara, salah satunya Pakistan.

Megaproyek pembangunan bendungan akan segera terlaksana di Pakistan. The Water and Power Development Authority (WAPDA) telah memberikan kontrak untuk pembangunan bendungan Diamer-Bhasha kepada perusahaan gabungan antara Power China dan Frontier Works Organization (FWO). Kepala Eksekutif Bendungan Diamer-Bhasha, Amir Bashir Chaudhry dan perwakilan resmi Yang Jiandu telah menandatangani perjanjian atas nama WAPDA dan berkomitmen untuk menyelesaikan megaproyek tersebut pada tahun 2028.

Total biaya yang dibutuhkan untuk megaproyek Bendungan Diamer-Bhasha diperkirakan mencapai Rs 1,406.5 bn atau sekitar Rp 128.6T. Kontrak layanan konsultasi telah diberikan kepada Kelompok Konsultan Diamer-Bhasa (DBCG) senilai Rs 27.18 bn atau setara Rp 2.5T untuk desain konstruksi, pengawasan konstruksi, dan administrasi kontrak proyek. Selanjutnya, kontrak yang telah ditandatangani WAPDA bernilai Rs 442 bn atau sekitar Rp 86T yang dialokasikan untuk pembangunan bendungan utama, sistem pengalihan, jembatan akses, dan pembangkit litsrik tenaga air sebesar 21 MW yang akan dibangun di Kota Tangir, Pakistan. Pembangunan bendungan utama ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun.

Proses pembangunan akan dilaksanakan secara kolaboratif. Kerjasama perusahaan-perusahaan terdiri dari 12 perusahaan baik konsultan nasional dan perusahaan konsultan asing. Mereka adalah NESPAK (Pakistan), Insinyur Konsultan Asing (Pakistan), Mott MacDonald Pakistan (Pakistan), Poyry (Swiss), MWH Internasional Stantec (AS), Teknik Dolsar (Turki), Mott McDonald International (Inggris), Perusahaan Investigasi, Desain, dan Penelitian Sumber Daya Air Beifang China (China), Mirza Associates Engineering Services (Pakistan), Grup Layanan Mega Proyek Al-Kasib (Pakistan), Konsultan Manajemen Pembangunan (Pakistan), dan MWH (Pakistan), dengan NESPAK sebagai perusahaan utama.

Bendungan Diamer-Bhasha dibangun untuk mengatasi peningkatan kebutuhan air dan listrik di Negara Pakistan. Bendungan tersebut diperkirakan dapat menampung sebanyak 8,1 juta kubik air dan dapat menghasilkan listrik sebesar 4.500 MW. Bendungan tersebut juga diperkirakan dapat menyediakan jaringan listrik nasional senilai 18 miliar unit setiap tahun. Ketua WAPDA Letjen Muzammil Hussain (Retd) menyatakan bahwa bendungan tersebut akan berperan penting dalam pembangunan ekonomi dan meningkatkan status sosial negara.

Proses pembangunan infrastruktur – terutama megaproyek – hampir pasti tak hanya melibatkan satu pihak. Kerjasama antara pemerintah dengan pihak investor atau swasta yang dikenal dengan Public-Private Partnership (PPP) dipercaya mampu mendukung pelaksanaan pembangunan secara efektif dan efisien. Selain memberikan manfaat pada proses pembangunan, proses kerjasama diharapkan mampu menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi pihak swasta kepada pemerintah, terdapat pembagian risiko, tingginya ketepatan waktu dalam project delivery, serta potensi investasi di masa mendatang. Keberhasilan pembangunan infrastruktur dapat menjadi pintu masuk bagi investasi bagi pihak swasta lainnya.

Disadur dari Web Desk dalam Bloomberg.com pada 13 Mei 2020

#Infrastruktur #bendungan #air #PPP

4 tampilan

Hubungi Kami

Pusat Studi Infrastruktur Indonesia

Jalan Danau Jempang Blok B3 No. 81

Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat

  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black Instagram Icon

© 2020 by Pusat Studi Infrastruktur Indonesia