Cari
  • PSII Indonesia

Tol Cipali Tingkatkan Konektivitas Pulau Jawa

Diperbarui: Mei 22

Upaya peningkatan konektivitas di Jawa Barat diwujudkan melalui pembangunan ruas tol Cikopo-Palimanan. Ruas tol yang lebih dikenal dengan Tol Cipali ini terbentang sepanjang 116 kilometer, menghubungkan daerah Cikopo, Kabupaten Purwakarta dengan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Ruas tol ini mulai dibangun sejak tahun 2011 dan mulai berfungsi pada tahun 2015 dan menjadi kelanjutan dari ruas Tol Jakarta – Cikampek serta menjadi bagian dari Jalan Tol Trans-Jawa.


Tol Cipali terbagi menjadi enam seksi yang dimulai dari KM 72. Ruas tol ini melewati daerah Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka, dan berakhir di KM 188 Palimanan. Sejak dibuka pada 13 Juni 2015, Tol Cipali mempersingkat jarak perjalanan dari Cikampek ke Cirebon sejauh 40 kilometer dibandingkan dengan perjalanan melalui Pantura Jawa Barat. Tren aktual lalu lintas harian rata-rata pada tahun lalu sebanyak 72.085 kendaraan.


Volume kendaraan pada ruas Tol Cipali diperkirakan semakin meningkat saat musim libur lebaran. Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Firdaus Azis menyatakan bahwa Tol Cipali akan membuka 26 gardu tol saat musim Lebaran 2019. Selain memaksimalkan pembukaan gardu, LMS juga akan berkoordinasi dengan Korlantas Polri untuk penerapan sistem satu arah saat arus mudik dan balik. Hal ini diharapkan membantu para pemudik untuk mengatur strategi selama perjalanan mudik.


Sepuluh hari setelah diresmikan, tercatat 30 kecelakaan terjadi di ruas Tol Cipali. Pihak LMS menilai penyebab kecelakaan yang terjadi di Tol Cipali terutama karena tertabrak dari belakang, baik karena hendak mendahului atau pun mengantuk saat mengemudi. Terkait antisipasi risiko kecelakaan saat mudik, terdapat sekitar 8 fasilitas tempat istirahat bagi pemudik. Pihak LMS juga akan memasang lampu strobo biru yang akan aktif pada malam hari di lima titik. Selain itu, pihak LMS juga akan membuat "rumble strip" di bahu jalan sejauh 28.5 kilometer dan tali baja sepanjang 16 kilometer agar tidak ada kendaraan yang menyeberang ke jalur berlawanan arah, serta pemasangan videotron dan beragam aktivitas kampanye keselamatan lainnya.


Pembangunan infrastruktur jalan hampir pasti membawa berbagai manfaat bagi kawasan sekitarnya. Pengembangan ruas Tol Cipali yang merupakan perpanjangan dari ruas jalan tol Jakarta-Cikampek kini dinilai telah mampu meningkatkan konektivitas antar daerah. Pada musim tertentu, seperti mudik lebaran, manfaat pengembangan ruas Tol Cipali sangat dirasakan para pemudik terutama dalam memangkas waktu perjalanan. Selain meningkatkan konektivitas, peluang usaha pun tercipta dengan adanya beberapa tempat istirahat di ruas Tol Cipali. Pembangunan infrastruktur jalan tak hanya berimplikasi positif terhadap aspek konektivitas, namun juga dapat memberikan multiplier effect bagi kawasan sekitarnya.


Disadur dari Ali Ahmad Noor Hidayat dalam bisnis.tempo.co pada 25 Februari 2019



#Transportasi #Jalan #TolCipali #MultiplierEffect

0 tampilan

Hubungi Kami

Pusat Studi Infrastruktur Indonesia

Jalan Danau Jempang Blok B3 No. 81

Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat

  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black Instagram Icon

© 2020 by Pusat Studi Infrastruktur Indonesia