Cari
  • PSII Indonesia

Pandemi dan Turun Naik Harga Minyak Dunia

Harga minyak dunia sempat anjlok di tengah Pandemi Covid-19. Patokan harga minyak Eropa, Brent Crude, mengalami penurunan menjadi sekitar $16 (Rp 249.248,00) per barel di pasar Asia. Angka ini mencapai angka terendah dalam 21 tahun terakhir. Sementara di Amerika Serikat, harga minyak mengalami penurunan hingga mencapai di bawah nol untuk pertama kalinya sehingga menyebabkan negara Paman Sam ini terus berupaya dalam meningkatkan harga minyak tersebut untuk perbaikan perekonomian negara.


Harga minyak naik ke level tertinggi sejak Maret 2020 dalam skala perdagangan dunia pada hari Kamis (21/5/2020) waktu setempat. Hal tersebut juga didukung oleh turunnya persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS). Pemangkasan pasokan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan pemulihan permintaan minyak seiring pelonggaran lockdown turut mendukung harga minyak. Harga minyak Brent naik 31 sen atau 0,87 persen menjadi 36,06 dollar AS per barrel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 43 sen atau 1,28 persen menjadi 33,92 dollar AS per barrel.


Data terbaru menunjukkan penurunan terhadap persediaan minyak mentah AS sebesar 5 juta barel pada pekan lalu. Pada skala perdagangan minyak mentah berjangka mulai mendekati level dimana penurunan produksi serpih AS akan mulai melambat dan mungkin berbalik ketika produsen berbiaya rendah berusaha untuk menghasilkan pendapatan. Pada saat yang sama, terdapat bukti pulihnya penggunaan bahan bakar. Pasokan global telah dibatasi pada tingkat yang besar akibat runtuhnya permintaan pada masa pemberlakuan lockdown, namun saat ini berada di jalur yang jelas menuju pemulihan secara bertahap.


OPEC menyatakan bahwa pasar telah merespon dengan baik. Maskapai penerbangan ternama AS dan Air Canada (AC.TO) telah melaporkan adanya penurunan pembatalan tiket dan peningkatan pemesanan di beberapa rute, meskipun permintaan tiket penerbangan secara keseluruhan tersebut masih tergolong lemah. Dalam hal ini, OPEC dan OPEC+ sepakat untuk memotong pasokan 9,7 juta barrel per hari mulai 1 Mei 2020. Hingga bulan Mei, OPEC+ telah memotong ekspor minyak sekitar 6 juta barrel per hari dan hal ini menjadi awal positif dalam mematuhi kesepakatan.


Tak butuh waktu lama untuk mengatasi penurunan harga minyak mentah. Anjloknya harga minyak mentah dunia yang dikaitkan dengan kebijakan lockdown selama masa penanganan pandemi Covid-19 kini berangsur pulih. Perlahan tapi pasti, produsen minyak serpih akan kembali membuka keran produksi setelah kontrak berjangka minyak jatuh ke wilayah negatif pada April 2020 hingga memicu kejadian PHK dan perlambatan pengeboran dan pembatasan jumlah rig yang beroperasi. Hukum ekonomi berlaku pada harga minyak mentah yang kembali normal, bahkan melambung, seiring dengan permintaan yang kembali normal.


Disadur dari Sakina Rakhma Diah Setiawan dalam money.kompas.com pada 22 Mei 2020


#energi #minyakmentah #Covid-19

0 tampilan

Hubungi Kami

Pusat Studi Infrastruktur Indonesia

Jalan Danau Jempang Blok B3 No. 81

Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat

  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black Instagram Icon

© 2020 by Pusat Studi Infrastruktur Indonesia