Cari
  • PSII Indonesia

Upaya Pemerataan Pembangunan Melalui Trans-Papua

Pembangunan infrastruktur di Indonesia telah berdampak positif terhadap peningkatan daya saing Indonesia dalam skala global. Data hasil riset Global Competitiveness Index Tahun 2016 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada peringkat 64, atau naik dari tahun 2015 di peringkat 72. Berbagai pembangunan infrastruktur yang dilakukan, terutama jaringan jalan, dapat memberikan dorongan bagi perkembangan ekonomi daerah, misalnya pengembangan Jalan Trans-Papua.


Proses Pembangunan Trans-Papua Ruas Ransiki-Mameh

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya meningkatkan konektivitas di Pulau Papua. Basuki Hadimuljono optimistis Jalan Trans-Papua bisa tersambung seluruhnya pada 2018-2019 sesuai dengan target. Hingga akhir 2016 lalu, proyek jalan sepanjang 4.330,07 kilometer (km) tersebut telah tembus 3.851,93 km pada akhir 2016. Selain membangun jalan Trans-Papua, Kementerian PUPR juga membangun jalan perbatasan Papua dengan total panjang 1.098,2 km. Hingga akhir tahun 2016, jalan perbatasan ini telah tersambung sepanjang 884,3 km. Sementara tahun 2017 akan dibangun 8 km jalan baru, sehingga hingga akhir tahun 2017 ini ditargetkan bisa tembus 892,3 km.


Pengembangan Trans-Papua menjadi harapan bagi masyarakat untuk dapat terhubung ke berbagai daerah. Pembangunannya telah menjadi penantian panjang masyarakat Papua sejak pemerintahan B.J Habibie hingga pemerintahan Joko Widodo. Kondisi geografis menjadi tantangan yang cukup besar dalam proses pembangunannya. Namun demikian, target pembangunan Trans-Papua tetap menjadi fokus pemerintah yang masuk ke dalam daftar Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.


Pembangunan Jalan Trans-Papua semakin mendekati target akhir pembangunan. Pembangunan tersebut diyakini mampu meningkatkan konektivitas dan mengurangi tingginya berbagai harga kebutuhan dasar di masing-masing daerah. Keberadaan Trans-Papua juga dinilai berpotensi dalam memunculkan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan menekan tingkat kesenjangan pendapatan antarwilayah. Pembangunan infrastruktur di daerah Papua, khususnya pada kawasan 3T (daerah tertinggal, terepan, dan terluar) ini akhirnya turut menjadi bagian dalam mencapai cita-cita Indonesia dalam menciptakan keadilan dan pemerataan bagi setiap penduduknya.

Disadur dari Eduardo Simorangkir dalam finance.detik.com pada 27 Januari 2017

0 tampilan

Hubungi Kami

Pusat Studi Infrastruktur Indonesia

Jalan Danau Jempang Blok B3 No. 81

Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat

  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black Instagram Icon

© 2020 by Pusat Studi Infrastruktur Indonesia