Jakarta, Kota Cerdas

Jakarta, Kota Cerdas

Kota telah mengalami transformasi dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi. Hal ini juga memunculkan berbagai konsep pembangunan dengan memanfaatkan keberadaan teknologi sebagai alat dalam pembangunan. Salah satu konsep pembangunan perkotaan yang banyak dikembangkan di berbagai belahan dunia adalah smart city atau kota cerdas. International Telecommunication Union (ITU)’s Focus Group on Smart Sustainable Cities FG-SSC) mengartikan smart city sebagai kota yang berinovasi dengan menggunakan teknologi, komunikasi dan informasi dan alat lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup, efisiensi kegiatan dan pelayanan perkotaan dan daya saingnya, dengan memastikan pemenuhan kebutuhan generasi sekarang dan masa depan dalam aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Namun, sampai saat ini belum tedapat definisi baku mengenai smart city.

 

Jakarta sebagai salah satu kota megapolitan terbesar dunia juga berupaya mengembangkan konsep kota pintar sebagai salah satu solusi permasalahan perkotaan. Dalam diskusi yang diadakan Pusat Studi Infrastruktur Indonesia bersama Jakarta Smart City pada tanggal 13 April 2017, bahwa perencanaan konsep dan ide Jakarta Smart City telah dimulai sejak tahun 2014, kemudian pada tahun 2015 dilakukan pengumpulan data dan penataan. Jakarta Smart City mulai beroperasi tahun 2016 hingga saat ini.

Jakarta Smart City merupakan Unit Pengelola (UP) dibawah Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika DKI Jakarta. Terdapat 5 divisi dalam UP Jakarta Smart City yaitu divisi ope- rasional, pemantauan dan evaluasi, pengembangan teknologi informasi, komunikasi dan analisis data. Dalam menjalankan tugasnya Jakarta Smart City memiliki 6 indikator yang harus dicapai yaitu:

1. Smart Government yaitu menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, informatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta meningkatkan partisipasi publik melalui kanal-kanal pengaduan.

2. Smart People yaitu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan 12 tahun, memberikan fasilitas kehidupan layak, meningkatkan indeks harapan hidup, serta meningkatkan akses informasi publik.

3. Smart Economy yaitu menumbuhkan kewirausahan dan semangat inovasi kepada masyarakat agar tercapai produktivitas yang tinggi. Hal ini dilakukan  melalui pembinaan usaha kecil dan menengah, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing daerah.

4. Smart Mobility yaitu membangun sistem integrasi transportasi dan menyediakan infrastruktur teknologi informasi yang mampu mendorong pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dan kualitas hidup yang tinggi.

5. Smart Environment yaitu menciptakan kualitas lingkungan yang sehat melalui manajemen sumberdaya alam yang berkelanjutan untuk menjadikan Jakarta kota yang layak huni, serta mendorong program green building dan pembangunan ramah lingkungan.

6. Smart Living yaitu mewujudkan Jakarta sebagai kota sehat dan layak huni serta mempermudah akses informasi kesehatan, pariwisata dan fasilitas-fasilitas keamanan.

Saat ini, Jakarta Smart City masih dalam tahap mengumpulkan dan memberikan data dari masyarakat dan berupaya untuk mencapai Smart Governance sambil berusaha untuk menjalankan indikator lainnya. Namun bukan berarti keberadaan Jakarta Smart City belum menyelesaikan masalah perkotaan sama sekali. Beberapa kanal aduan seperti Qlue dan Jakarta Siaga 112  telah efektif menjaring aspirasi dan permasalahan di lapangan yang secara cepat diselesaikan melalui mekanisme yang ada dalam Jakarta Smart City.

Selain itu, keberadaan Jakarta Smart City telah membantu masyarakat untuk bebas memperoleh informasi faktual yang diperbaharui secara real time, mingguan, hingga bulanan mengenai pembangunan Jakarta saat ini yang dibagi berdasarkan SKPD yang ada di DKI Jakarta contohnya informasi mengenai harga tanah, kondisi lampu jalan, antrian dan ketersediaan kamar di rumah sakit dan kondisi lalu lintas ibukota. Jakarta Smart City telah memiliki roadmap pengembangan di masa yang akan datang untuk mencapai berbagai indikator yang ditetapkan dengan harapan bahwa keberadaannya dapat meminimalkan ketergantungan masyarakat kepada pemerintah.

 

Konsep smart city menjadi salah satu jawaban dalam berbagai masalah perkotaan. Penerapan smart city yang berorientasi kepada masalah dalam suatu kota, akan membantu efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan dan perkembangan perkotaan di masa mendatang. Oleh karena itu, Pusat Studi Infratsruktur menganggap konsep ini sebagai salah satu solusi masalah pembangunan. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan memiliki perencanaan yang matang dalam pengembangan teknologi dan informasi serta perencanaan kota-kota di Indonesia yang berpotensi untuk menerapkan konsep ini. Di berbagai negara seperti India dengan pengembangan 100 kota cerdasnya telah terbukti berhasil menjadi solusi pembangunan perkotaan.

Share For Social Network

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia