Home

BATAN Serahkan Detail Engineering Desain PLTN Tahap II

BATAN Serahkan Detail Engineering Desain PLTN Tahap II

JAKARTA – Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir  menyampaikan dokumen Detail Engineering Design (DED) Reaktor Daya Eksperimental (RDE) tahap dua kepada Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).

Djarot Sulistio Wisnubroto, Kepala BATAN, mengatakan dalam hal ini diperlukan sinergi antara BATAN dan BAPETEN dalam proses pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia.

“Dengan penyampaian dokumen DED tahap dua ini diharapkan BATAN dan BAPETEN dapat meningkatkan capacity building dalam desain dan proses lisensi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) generasi ke-4,” kata Djarot kepada Dunia Energi, Jumat (15/2).

Baru Dua Bulan, Proyek Jalan Kementerian PUPR Rp 46 Miliar Sudah Rusak

Baru Dua Bulan, Proyek Jalan Kementerian PUPR Rp 46 Miliar Sudah Rusak


Jombang - Jalan nasional yang dibangun dengan dana Rp 46 miliar milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai hancur. Padahal proyek ini baru selesai dua bulan yang lalu.

 

Hingga Jumat (15/2) kemarin, sejumlah retakan di Jalan Raya Peterongan yang sebelumnya telah ditambal kembali rusak. Bahkan kini kerusakan juga terus bertambah. Seperti terlihat pada jalan cor di depan minimarket Peterongan ini. Jalan cor di lokasi ini terlihat kembali mengalami kerusakan parah. 

Aspal yang digunakan untuk menambal  telah mengelupas, lubang-lubang yang sebelumnya berisi aspal ini kemarin juga terlihat melompong. “Sudah hilang (aspalnya), padahal belum sampai satu bulan ditambal ini,” ucap Wiyoko, salah seorang warga di lokasi.

Kombinasi Energi Surya PV (photovoltaic) – Angin dan Teknologi Fleksibilitas Dalam Sistem Kelistrikan Masa Depan

Kombinasi Energi Surya PV (photovoltaic) – Angin dan Teknologi Fleksibilitas

Dalam Sistem Kelistrikan Masa Depan

Saat ini, listrik dari PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) di atas tanah dan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) menjadi yang termurah di berbagai negara. Maka diprediksikan bahwa pemanfaatan energi terbarukan dari PLTB di atas tanah dan PLTS akan terus meningkat mencapai 50% dari total sistem kelistrikan dunia di tahun 2050, dengan perbandingan yang seimbang 50:50. Sedangkan porsi batu bara dalam sistem kelistrikan akan menyusut menjadi 11% di tahun 2050 (New Energy Outlook 2018).

Faktanya, biaya pembangkitan listrik berbasis PLTB di atas tanah telah turun sekitar 23% sejak tahun 2010, dan begitu pula biaya listrik dari Solar PV (photovoltaic)  telah turun 73%. Pada tahun 2017, biaya listrik berbasis PLTB di atas tanah berkisar 0,06 USD per kilowatt hours (kWh) dan Solar PV turun menjadi 0,01 USD/kWh. Beberapa penyebab utama terkait penurunan harga tersebut, diantaranya kemajuan teknologi, dengan inovasi yang terus dilakukan mampu meningkatkan performa teknologi tenaga surya dan angin sehingga mampu memangkas biaya instalasi dan biaya operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance cost). Selain itu, semakin banyak pengembang-pengembang yang telah berpengalaman aktif mencari kesempatan-kesempatan proyek di seluruh dunia, dan proses pengadaan yang kompetitif di tengah era globalisasi pasar energi terbarukan (IRENA’s Renewable Power Generation Cost in 2017).

Tekan Impor, Pemerintah Dorong Pembangunan Jargas

Tekan Impor, Pemerintah Dorong Pembangunan Jargas

Jakarta - Pemerintah lewat Kementerian ESDM menyebut bahwa aturan baru mengenai percepatan pembangunan jaringan gas (jargas) mampu menekan impor LPG.

Presiden Jokowi baru-baru ini menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil. Perpres ini diteken pada 23 Januari 2019.

"Jargas kita dorong. Maka masyarakat jauh lebih hemat ketimbang LPG. LPG selain impor, juga harganya lebih mahal," kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Smart City di Indonesia

 Smart City di Indonesia

Perkembangan teknologi telah berhasil menyusup ke seluruh sendi kehidupan. Sebabnya, teknologi mampu menawarkan berbagai kemudahan dan manfaat bagi penggunanya. Apalagi seiring berjalannya waktu, teknologi terus berkembang pesat menjadi semakin canggih, maka tak ayal jika perkembangan pembangunan perkotaan pun menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi informasi (IT) sebagai penunjangnya. Diharapkan dengan adanya penerapan IT, perencanaan sampai pengelolaan semua aspek perkotaan menjadi semakin mudah, efisien dan efektif. kondisi tersebut yang kemudian disebut dengan kota cerdas atau smart city.

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia